Kamu pasti sering dengar kan istilah MOBA? Kira-kira apa sih artinya? Lalu, bagaimana sejarahnya sampai genre MOBA bisa sepopuler sekarang? Tak perlu bingung lagi! Ini dia sejarah game MOBA yang harus kamu tahu!
Baca Juga:
Mengapa terjadi perdebatan mengenai istilah yang digunakan tersebut? Hal tersebut akan kita bahas di sesi berikutnya. Namun jawaban tersebut akan terlihat dengan kembali membuka sejarah game MOBA untuk mengetahuinya!

Pada puncak popularitasnya, para modder bahkan IceFrog sendiri sadar bahwa DOTA Allstars memiliki masalah fatal, yaitu game tersebut diciptakan menggunakan game engine Warcraft III yang telah ketinggalan jaman. Era selanjutnya dari sejarah MOBA adalah masa stand alone MOBA, atau game MOBA yang berdiri sendiri dan bukan merupakan custom game atau custom map dari game apapun.


Kehadiran LoL dengan cepat diikuti oleh perusahaan lain seperti S2 Games dengan Heroes of Newerth (HoN) dan Valve yang menggaet IceFrog untuk menciptakan Dota 2. Tidak ketinggalan Hi-Rez Studio menciptakan SMITE dan Blizzard yang menciptakan Heroes of The Storm (HoTS).
MOBA vs. ARTS, Istilah Mana yang Benar?
Khusus Blizzard dan HoTS miliknya, mereka menolak menggunakan istilah MOBA dan memilih menggunakan istilah “Hero Brawler”. Ya, istilah MOBA memang hanya merupakan istilah populer yang belum disepakati oleh seluruh pihak. Bila dibandingkan dengan istilah FPS (First Person Shooting) yang sangat jelas dan gamblang, istilah MOBA dianggap kurang dapat menggambarkan kompleksitas permainannya.
Penggunaan ARTS dianggap lebih cocok karena penggunaan angle kamera yang bersifat overhead identik dengan game RTS, dan action dalam game ARTS memang lebih intens dibandingkan RTS yang lebih mengandalkan strategi mikro seperti mengerahkan armada atau mobilisasi unit untuk menyerang.
Menariknya, sejarah game MOBA dan dan istilah yang digunakannya juga merujuk pada persaingan antara LoL dan DOTA, di mana MOBA adalah istilah yang dipopulerkan oleh LoL, Sedangkan ARTS adalah istilah yang digunakan oleh Valve.
Nampaknya, istilah MOBA lebih diterima oleh masyarakat Indonesia saat ini dan menjadi istilah populer untuk menggambarkan game “sejenis DOTA“.
Permainan Herzog Zwei sendiri memang memiliki beberapa elemen MOBA, di mana kita memainkan sebuah unit dan bertujuan menghancurkan markas musuh dibantu beberapa unit yang dikontrol oleh AI (artificial intelligence).


Kepopuleran Aeon of Strife berlanjut sampai dengan sejarah game MOBA berikutnya bergulir saat munculnya Warcraft III: Reign of Chaos pada tahun 2002. Berbekal Warcraft III World Editor, Eul menciptakan custom map pertama yang diberi nama Defense of The Ancient (DOTA), mengacu pada map Aeon of Strife.
Kepopuleran DOTA saat itu membuat banyak modder (pencipta custom game dan map) membuat berbagai custom map Warcraft III serupa yang mengacu pada map besutan Eul tersebut.

DOTA Allstars meledak dan menjadi sangat populer pada masanya. Pada titik ini, muncul salah seorang tokoh penting dalam sejarah game MOBA, yaitu Steave “Guinsoo” Feak yang pada waktu itu berkomitmen mengembangkan map DOTA Allstars dengan cara menciptakan berbagai hero baru dan juga peningkatan permainan.
Kepopuler DOTA Allstars semakin meningkat sepeninggalan Guinsoo ketika IceFrog mengambil alih pengembangan. Pada era IceFrog, DOTA Allstars telah dimainkan oleh satu juta orang tiap harinya!
Unsur Game MOBA
Dari berbagai game yang disebutkan di atas, game MOBA memiliki beberapa kesamaan. Pertama, rata-rata untuk memenangkan permainan para pemain harus menghancurkan suatu struktur atau bangunan khusus. Kedua, para pemain memainkan seorang karakter yang kuat dan biasa di sebut “hero” dengan kekuatan yang berbeda satu sama lain.Persamaan ketiga adalah MOBA memfokuskan diri pada pertempuran yang terjadi di arena, di mana seiring waktu strategi yang digunakan untuk memenangkan permainan dapat bermacam-macam, mulai dari mengambil objektif, membunuh hero lawan, atau mengumpulkan gold dengan membunuh non-controllable character (creep atau minion).


Jadi perdebatan menganai jumlah lane, jumlah pemain, bahkan controller yang digunakan untuk menggambarkan suatu game termasuk MOBA atau tidak harus dihentikan! Terbukti Aeon of Strife yang menjadi acuan dari MOBA moderen saja hanya dapati dimainkan oleh delapan pemain secara bersamaan, bukan lima seperti yang kita kenal sekarang.
Masa Depan Game MOBA


Namun masih terlalu cepat apabila mengatakan MOBA di smartphone akan menghapuskan MOBA PC. Kompleksitas yang mendalam dan kebutuhan akan mekanik kuat menjadi ciri khas MOBA PC yang sulit ditandingi oleh MOBA smartphone.
Daripada memicu perdebatan baru, alangkah lebih indah bila MOBA di PC dan smartphone dapat berjalan bersamaan seperti di Game Prime 2017! Akan ada Grand Final Kaskus Battleground yang mempertemukan delapan tim papan atas Dota 2 Indonesia, dan juga Game Prime Mobile Arena Competition yang berisikan 16 tim Mobile Arena!
Referensi : https://ggwp.id/2017/07/18/sejarah-game-moba/3/
0 komentar:
Posting Komentar